Thursday, 25 August 2016

pertemanan pahit

yah,.
akhirnya aku lulus juga dengan gelar S.KM tepatnya pada tanggal 29 Agustus 2015.
itu adalah moment bahagia namun moment itu juga moment dimana aku harus menjadi lebih dewasa dengan beberapa hal yang dulu belum sempat aku perbaiki.

yaaaa..
kisah pertemananku
aku tak pernah menginginkan dalam perantauan ini untuk memiliki sahabat

dua semester aku mampu menjalani dengan kekosongan

namun?
aku sadar, saat aku mulai dekat dengan seseorang
bukan hanya dia
ia benar
beberapa dari mereka

bukannya dulu aku tak mempunyai teman
namun aku tak pernah menganggap mereka dekat walau selalu bersama

saat itu
saat dimana aku merasa dekat dengan mereka

yaa,,
seperti sebelumnya
persahabatan dalam hidupku selalu diutamakan
aku memberikan apa saja untuk kita tertawa bersama

dan disinilah kehidupanku kembali
berteman dengan sepenuh hati
bahkan beberapa organisasi yang saya ikutipun saya hentikan
hanya untuk memberikan waktu luang untuk mereka
kemanapun mereka berjalan aku slalu mengikutinya
slalu berada tepat dibelakangnya
tanpa atau diketahui mereka
karna aku ingin slalu membuat temanku baik-baik saja

namun itu semua tak berlangsung lama
rasa sakitpun akhirnya menghampiri hari-hariku
dan inilah alasan terbesarku kenapa aku tak ingin dekat dengan siapapun
saat dimana aku merasa tak ada dalam bagian mereka
aku terasingkan bahkan hingga aku menjadi lawan yang mereka prioritaskan

aku lemah,,
kakiku nampak tak mempunyai tenaga untuk berdiri
jantungku sulit untuk berdetak normal

aku terdiam dan hanya melihat mereka dari belakang
menikmati rasa sakit dari gurauan mereka
menikmati rasa sakit atas celaan mereka
namun aku masih terdiam
aku tak mampu berkata sepatah katapun
aku nampak lemah

hingga beberapa orang slalu menyadarkanku untuk hidup lebih baik
aku tau ini bukan salah mereka
begitulah teori berteman
kita tak sependapat maka kita berpisah
kita tak sejalan maka kitapun berpisah
namun aku tidak
aku slalu bertahan dengan apapun yang terjadi
ketika aku sudah memutuskan seseorang menjadi temanku
maka aku akan pertahankan walau dalam keadaan apapun
dan ini yang membuat aku tak mampu melawan
karna bahkan aku masih membela mereka disaat mereka menghakimiku
dan akupun menghakimi diriku sendiri

ada yang lebih menyakitkan
kalian pernah dengar tentang insting seorang ibu itu kuat
beliau mempunyai ikatan batin yang sangat kuat
kenapa demikian? pernahkah kalian berfikir?

iyaa,.
karna mereka tulus untuk membuat dia bahagia dan selalu baik-baik saja
begitu juga dengan aku pada saat itu

ini yang membuat aku hancur
aku tak mampu memejamkan mataku
saat dimana mereka merasa tak nyaman atau tersakiti
akupun merasakannya
hingga aku tak pernah dalam keadaan baik setiap harinya

karna demikian aku mencoba mengindar dari mereka
iaaa, lebih tepatnya aku lari dari mereka

aku sangat takut hidup dalam dunia tak nyata
aku slalu terpuruk

sampai dimana aku memiliki teman-teman baru
aku masih merasakan sakit itu
hingga membuat keangkuhan dalam diriku
hingga membuat keegoisan dalam pertemananku

semua itu karna rasa sakit yang tak mampu ku ungkapkan
aku muak dengan kata sahabat

dalam fikirku hanya terlintas satu tujuan
yaitu untuk memperlihatkan pada mereka bahwa aku kuat
bahwa aku bisa menjadi apapun jika kalian berteman denganku
aku ingin mereka paham itu dan mereka tak lagi menghapusku

selama itu aku hanya hidup dengan opsesiku
rasa dendam untuk membuat mereka mengerti

sempat bberapa kali aku ingin memperbaiki
namun? tidak?
aku bukan siapa-siapa bagi mereka
dan semakin aku mengingat itu
maka semakin aku berbuat seenaknya pada teman-teman baruku

dan sampai detik ini pun aku tak mampu menjelaskan bahwa mereka telah memberikan rasa sakit yang dalam
sampai detik dimana kita tak bertemu lagi pun aku tak mampu berkata
sampai semua nampak berlalu

aku hanya tersenyum dengan mereka
menutupi semua luka


hingga berlalu
mata tak mampu saling melihat
kita berakhir tanpa sebuah pertemanan

kita hanya bagian kecil tak ternilai
hanya sekedar sapa dan salam tanpa sebuah keakraban
hanya karna kita berada dizona dimana kita saling bertemu dahulu

dan itu pun membuatku sakit

hingga kini

No comments:

Post a Comment